Seri Presentasi Efektif
Aktifitas pembelajaran pada sub unit ini
dilakukan dengan menggunakan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa (Student Center Learning) melalui
penerapan model Project Based Learning. Penerapan
model ini diharapkan agar dalam proses pembelajaran terwujud transfer knowlegde, problem solving, serta critical and creative thinking sebagai
bagian dari pembelajaran berorientasi Higher
Order Thinking Skill (HOTS).
Peta
Kedudukan Modul
Ragam presentasi sangat ditentukan oleh lingkungan dimana presentasi di laksanakan. Presentasi dapat berupa presentasi bisnis, presentasi ide, presentasi hasil kerja ataupun presentasi persuasif/membujuk.
Tiap ragam tidaklah sama dalam
bentuk penyajiannya. Hal ini di sebabkan oleh perbedaan audiens dari tiap ragam
presentasi itu sendiri. Ragam ini juga menentukan seberapa detail informasi
yang disampaikan atau langsung ke inti pembicaraan tanpa basa basi yang lama.
Beberapa ragam tersebut dibahas secara singkat sebagai berikut:
- Dalam ragam
presentasi pemaparan ide (contoh presentasi solusi permasalahan sosial) ataupun
presentasi persuasif (contoh ajakan pengurangan penggunaan plastik), dimana
audiensnya lebih beragam kepentingan dan latar belakang. Presentasi sebaiknya
menghindari detail atau tulisan yang terlalu banyak. Audiens seperti ini mudah
bosan atau lebih mudah tidak tertarik pada presentasi yang anda paparkan,
sehingga presenter harus melakukan tindakan pendekatan terhadap audiens.
Tindakan ini bisa dengan mengajak interaksi dengan audiens atau bisa dengan
melontarkan lelucon yang berhubungan dengan materi presentasi dan audiens. Hal
ini bertujuan untuk mencairkan jarak antara audiens dan presenter. Namun
apabila presenter tidak memiliki bakat melucu, sebaiknya menghindari usaha
berguyon karena bisa saja disalah tafsirkan dan mengakibatkan ketersinggungan.
-
Dalam ragam
presentasi bisnis, seperti permohonan bantuan modal pada usaha, dimana
audiensnya merupakan pemegang modal. Dalam presentasi bisnis seperti ini,
audiens tidak terlalu tertarik mendengar basa basi yang terlalu panjang, tetapi
lebih tertarik dengan apa yang mereka dapatkan dari usaha yang akan mereka
modali. Presentasi bisnis seperti ini sangat formal, dalam artian hubungan
antara presenter dengan audiens tidaklah dekat, sehingga hindari penggunaan
kata kata yang biasa digunakan kepada teman atau hindari membuat lelucon.
- Presentasi hasil
kerja atau hasil penelitian, merupakan presentasi dengan kondisi khusus dimana
hubungan antara presenter dan audiens adalah hubungan vertikal dengan presenter
umumnya merupakan subordinat dari audiens sebagai superordinat. Dalam model
presentasi seperti ini, informasi detail menjadi keharusan.
Dari semua ragam tersebut, inti
dan tujuan dari presentasi adalah untuk mendapatkan persetujuan dari audiens,
dengan kata lain keberhasilan dari presentasi diukur dari seberapa besar
audiens tersebut setuju dengan pokok pikiran yang disampaikan dalam presentasi
tersebut.
Penyebab Presentasi
Gagal
Ada banyak alasan mengapa
presentasi gagal. Tapi yang penting yang perlu diingat adalah banyak kegagalan
presentasi dapat dihindari. Berikut adalah daftar enam penyebab umum kegagalan
presentasi:
1. Presentasi tidak
dipersiapkan. Walaupun presentasi yang efektif harus terlihat alami,
seolah-olah pembicara tidak berusaha keras untuk melakukannya, pada
kenyataannya presentasi yang baik akan berhasil jika anda ingin presentasi anda
berhasil, pastikan untuk mengerjakan pekerjaan rumah anda. Perencanaan dan
penelitian bisa buat perbedaan antara presentasi yang baik dan yang buruk.
2. Cara penyampaian yang buruk.
Tidak semua orang adalah pembicara alami, tetapi hampir semua orang dapat
meningkatkan keterampilan presentasi mereka. Cara menyampaikan presentasi anda
secara efektif secara lebih rinci dalamunit ini. Ada orang yang punya kebiasaan
berbicara sangat cepat, ada yang kebiasaan berbicara sangat lambat dan ada yang
punya kebiasaan berbicara terbata bata. Anda akan belajar cara mengatasi
kebiasaan berbicara yang tidak mendukung presentasi anda dan juga akan membahas
cara menjadi pembicara yang lebih percaya diri.
3. Desain presentasi yang
buruk. Desain presentasi yang mengecewakan bisa sama mengganggu seperti halnya
cara penyampaian yang buruk. Anda tidak ingin audiens anda begitu fokus pada
visual yang buruk sehingga mereka tidak mendengar apa yang anda katakan. Gaya
presentasi anda dan seberapa baik dirancangnya itu penting. Seharusnya memiliki
tampilan profesional yang dipoles dan pas dengan pesan anda.
4. Tidak berhubungan dengan
audiens anda. Kesalahan besar yang dilakukan banyak pembicara adalah tidak
menargetkan presentasi mereka dengan benar kepada audiens mereka. Satu-satunya
cara untuk benar-benar memastikan bahwa presentasi anda disesuaikan dengan
audiens anda adalah dengan mencari tahu sebanyak mungkin tentang mereka
sebelumnya. Anda tidak dapat melibatkan audiens anda, atau menarik perhatian
mereka, jika anda tidak benar-benar tahu bagaimana anda akan berbicara kepada
mereka secara persuasif.
5. Persiapan konten yang buruk.
Cara lain yang membuat presentasi gagal adalah bahwa pokok bahasannya tidak
tepat untuk presentasi. Topik mungkin terlalu luas untuk dibahas dalam waktu
yang diizinkan, atau audiens anda mungkin tidak memiliki latar belakang yang
diperlukan untuk memahami topik tersebut. Atau anda mungkin tidak melakukan
riset yang cukup untuk memahami topik anda secara menyeluruh.
6. Harapan yang tidak
realistis. Memiliki harapan yang tepat adalah penting. Untuk memulai, anda
harus memiliki tujuan. Apa yang ingin anda capai dengan presentasi anda? Jika
anda tidak tahu, presentasi anda sudah dalam masalah. Harapan lain yang tidak
realistis adalah berpikir bahwa pendengar anda akan mengingat semua, atau
hampir semua, informasi yang anda sajikan.
Sumber: Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi, KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN, Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependididikan, Bidang Kelautan Perikanan Teknologi Informasi dan Komunikasi

0 komentar:
Posting Komentar