Senin, 09 November 2020

Presentasi Efektif Dalam Ragam dan Target Audeins

 Seri Presentasi Efektif

 Presentasi Efektif Dalam Ragam dan Target Audiens

 Pengantar

Aktifitas pembelajaran pada sub unit ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa (Student Center Learning) melalui penerapan model Project Based Learning. Penerapan model ini diharapkan agar dalam proses pembelajaran terwujud transfer knowlegde, problem solving, serta critical and creative thinking sebagai bagian dari pembelajaran berorientasi Higher Order Thinking Skill (HOTS).

 

Peta Kedudukan Modul


Ragam presentasi sangat ditentukan oleh lingkungan dimana presentasi di laksanakan. Presentasi dapat berupa presentasi bisnis, presentasi ide, presentasi hasil kerja ataupun presentasi persuasif/membujuk.

Tiap ragam tidaklah sama dalam bentuk penyajiannya. Hal ini di sebabkan oleh perbedaan audiens dari tiap ragam presentasi itu sendiri. Ragam ini juga menentukan seberapa detail informasi yang disampaikan atau langsung ke inti pembicaraan tanpa basa basi yang lama. Beberapa ragam tersebut dibahas secara singkat sebagai berikut:

-        Dalam ragam presentasi pemaparan ide (contoh presentasi solusi permasalahan sosial) ataupun presentasi persuasif (contoh ajakan pengurangan penggunaan plastik), dimana audiensnya lebih beragam kepentingan dan latar belakang. Presentasi sebaiknya menghindari detail atau tulisan yang terlalu banyak. Audiens seperti ini mudah bosan atau lebih mudah tidak tertarik pada presentasi yang anda paparkan, sehingga presenter harus melakukan tindakan pendekatan terhadap audiens. Tindakan ini bisa dengan mengajak interaksi dengan audiens atau bisa dengan melontarkan lelucon yang berhubungan dengan materi presentasi dan audiens. Hal ini bertujuan untuk mencairkan jarak antara audiens dan presenter. Namun apabila presenter tidak memiliki bakat melucu, sebaiknya menghindari usaha berguyon karena bisa saja disalah tafsirkan dan mengakibatkan ketersinggungan.

-          Dalam ragam presentasi bisnis, seperti permohonan bantuan modal pada usaha, dimana audiensnya merupakan pemegang modal. Dalam presentasi bisnis seperti ini, audiens tidak terlalu tertarik mendengar basa basi yang terlalu panjang, tetapi lebih tertarik dengan apa yang mereka dapatkan dari usaha yang akan mereka modali. Presentasi bisnis seperti ini sangat formal, dalam artian hubungan antara presenter dengan audiens tidaklah dekat, sehingga hindari penggunaan kata kata yang biasa digunakan kepada teman atau hindari membuat lelucon.

-        Presentasi hasil kerja atau hasil penelitian, merupakan presentasi dengan kondisi khusus dimana hubungan antara presenter dan audiens adalah hubungan vertikal dengan presenter umumnya merupakan subordinat dari audiens sebagai superordinat. Dalam model presentasi seperti ini, informasi detail menjadi keharusan.

Dari semua ragam tersebut, inti dan tujuan dari presentasi adalah untuk mendapatkan persetujuan dari audiens, dengan kata lain keberhasilan dari presentasi diukur dari seberapa besar audiens tersebut setuju dengan pokok pikiran yang disampaikan dalam presentasi tersebut.

Penyebab Presentasi Gagal

Ada banyak alasan mengapa presentasi gagal. Tapi yang penting yang perlu diingat adalah banyak kegagalan presentasi dapat dihindari. Berikut adalah daftar enam penyebab umum kegagalan presentasi:

1. Presentasi tidak dipersiapkan. Walaupun presentasi yang efektif harus terlihat alami, seolah-olah pembicara tidak berusaha keras untuk melakukannya, pada kenyataannya presentasi yang baik akan berhasil jika anda ingin presentasi anda berhasil, pastikan untuk mengerjakan pekerjaan rumah anda. Perencanaan dan penelitian bisa buat perbedaan antara presentasi yang baik dan yang buruk.

2. Cara penyampaian yang buruk. Tidak semua orang adalah pembicara alami, tetapi hampir semua orang dapat meningkatkan keterampilan presentasi mereka. Cara menyampaikan presentasi anda secara efektif secara lebih rinci dalamunit ini. Ada orang yang punya kebiasaan berbicara sangat cepat, ada yang kebiasaan berbicara sangat lambat dan ada yang punya kebiasaan berbicara terbata bata. Anda akan belajar cara mengatasi kebiasaan berbicara yang tidak mendukung presentasi anda dan juga akan membahas cara menjadi pembicara yang lebih percaya diri.

3. Desain presentasi yang buruk. Desain presentasi yang mengecewakan bisa sama mengganggu seperti halnya cara penyampaian yang buruk. Anda tidak ingin audiens anda begitu fokus pada visual yang buruk sehingga mereka tidak mendengar apa yang anda katakan. Gaya presentasi anda dan seberapa baik dirancangnya itu penting. Seharusnya memiliki tampilan profesional yang dipoles dan pas dengan pesan anda.

4. Tidak berhubungan dengan audiens anda. Kesalahan besar yang dilakukan banyak pembicara adalah tidak menargetkan presentasi mereka dengan benar kepada audiens mereka. Satu-satunya cara untuk benar-benar memastikan bahwa presentasi anda disesuaikan dengan audiens anda adalah dengan mencari tahu sebanyak mungkin tentang mereka sebelumnya. Anda tidak dapat melibatkan audiens anda, atau menarik perhatian mereka, jika anda tidak benar-benar tahu bagaimana anda akan berbicara kepada mereka secara persuasif.

5. Persiapan konten yang buruk. Cara lain yang membuat presentasi gagal adalah bahwa pokok bahasannya tidak tepat untuk presentasi. Topik mungkin terlalu luas untuk dibahas dalam waktu yang diizinkan, atau audiens anda mungkin tidak memiliki latar belakang yang diperlukan untuk memahami topik tersebut. Atau anda mungkin tidak melakukan riset yang cukup untuk memahami topik anda secara menyeluruh.

6. Harapan yang tidak realistis. Memiliki harapan yang tepat adalah penting. Untuk memulai, anda harus memiliki tujuan. Apa yang ingin anda capai dengan presentasi anda? Jika anda tidak tahu, presentasi anda sudah dalam masalah. Harapan lain yang tidak realistis adalah berpikir bahwa pendengar anda akan mengingat semua, atau hampir semua, informasi yang anda sajikan.

Sumber: Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi, KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN, Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependididikan, Bidang Kelautan Perikanan Teknologi Informasi dan Komunikasi

0 komentar:

Posting Komentar