Konten Uji-Blog Booting Komputer
Apa Itu Booting Komputer dan Bagaimana Proses Berjalannya? – Booting adalah bahasa Inggris, dan dalam bahasa Indonesia proses Booting komputer disebut pengebutan. Bagi orang awam proses ini adalah proses penyalaan komputer, namun perlu diketahui pada saat Booting komputer tentu saja sudah menyala. Proses ini juga mengacu pada proses di mana register prosesor diatur kosong, serta status mikroprosesor juga diatur dengan menata ulang kembali. Lalu pada Address 0xFFFF dimuat pada segmen sandi (Code Segment) serta instruksi yang ada di alamat Address 0xFFFF tersebut kemudian dieksekusi.
Ya,
sederhananya, proses Booting komputer adalah proses perjalanan penyalaan
komputer awal sampai pengambilalihan sistem operasi secara penuh terhadap
perangkat. Booting identik dengan BIOS, yakni Basic Input Output System yang
merupakan sebuah kode software yang tertanam pada sistem komputer. BIOS
memiliki fungsi utama dan sangat vital yakni untuk memberi informasi visual
seketika pada saat penyalaan komputer. Meski demikian saat ini banyak beredar
kabar bahwa BIOS akan digantikan dengan sistem teknologi UEFI yang dianggap
memiliki berbagai kelebihan.
Satu
fungsi lain dari BIOS adalah memberi akses ke perangkat keyboard sebagai
kontroler saat sistem operasi belum mengambil alih komputer serta memberi akses
komunikasi secara Low-Level kepada beberapa komponen Hardware komputer. Berikut
ini adalah proses Booting komputer atau tahapan-tahapan pengebutan dari awal
sampai akhir :
●
Untuk yang pertama tentu Anda harus memencet tombol Power
komputer. Seketika komputer dihidupkan, keadaan memori masih kosong. Saat itu
masih belum ada instruksi yang bisa dieksekusi oleh prosesor. Namun pengguna
tidak perlu ikut memberi intruksi karena prosesor memang dirancang untuk
mencari alamat tertentu di BIOS. Di sinilah akhirnya prosesor menjalankan BIOS.
●
BIOS mulai mengambil alih sebagai sistem operasi sementara
komputer, lalu akan dilanjutkan untuk melakukan pengecekan terhadap seluruh
galat (sumber variasi data) pada memori, maupun Device-Device yang memang
terhubung kepada komputer. Pada proses inilah yang sering dikenal dengan POST
(Power-On Self Test). Jika terdapat device yang bermasalah, proses tidak akan
berlanjut. Tetapi memberi peringatan tentang masalah device tersebut.
●
Proses dilanjutkan dengan BIOS mencari kartu grafis yang tertanam
pada komputer dan setelah nya sistem BIOS menjalankan kartu grafis BIOS. Tidak
ketinggalan pula untuk pengecekan BIOS terhadap ROM.
●
Apabila seluruh proses pengecekan dari BIOS sudah dilakukan, kini
giliran BIOS yang akan mencari sistem operasi yang sudah terinstall lalu
memuatnya pada memori serta segera mengeksekusinya. Inilah mengapa ketika ada
permasalahan pada sistem operasi Anda, komputer kemudian mengalihkannya pada
visual BIOS.
●
Pada saat komputer diambil alih oleh sistem operasi, saat itulah
pengguna mulai bisa menjalankan berbagai program-program yang diinginkan.
Demikianlah
proses Booting komputer dari awal sampai sistem operasi mengambil alih. Namun
pada dasarnya proses Booting dibagi menjadi beberapa jenis. Ada proses Cool
Booting dan Warm Booting.
●
Cool booting, merupakan proses
menghidupkan komputer pada saat perangkat komputer itu dalam keadaan mati atau
belum menyala. Inilah Booting utama yang dilakukan dengan cara menekan tombol
Power.
●
Warm booting, merupakan proses
menghidupkan komputer di saat perangkat komputer sudah menyala dan teraliri
listrik. Proses ini sering disebut dengan Restart. Tujuannya adalah untuk
mengulang kembali proses komputer dari awal karena sebelumnya terjadi beberapa
gangguan seperti Crash program atau sekedar ingin melakukan pengaturan ulang
sistem. Pada sistem operasi populer seperti Microsoft Windows modern telah
tersedia opsi khusus bagi para penggunanya untuk melakukan proses Warm Booting
yakni melalui menu Restart. Sedangkan penggunaan dengan Hardware dapat ditempuh
dengan menekan tombol Reset pada CPU jika ada.
Jadi
dalam proses Booting komputer, BIOS memegang peran paling penting. Namun
sebenarnya BIOS tidak memuat sistem operasi, melainkan hanya memuat satu bagian
dari sandi yang ada pada sektor pertama. Ada beberapa penyebab mengapa komputer
tidak bisa melakukan proses Booting dan kasus ini sering kali terjadi. Penyebab
utamanya tentu saja berhubungan dengan perangkat keras yang terhubung mulai
dari Harddisk, VGA, RAM yang tidak terdeteksi atau mengalami kerusakan,
prosesor yang mengalami Overheat dan ada masalah lain.
(Sumber: https://www.pintarkomputer.com/apa-itu-booting-komputer-dan-bagaimana/, diakses 3 Februari 2022, Jam 11.30 wib, X-KI Nama-mu)
0 komentar:
Posting Komentar